Jayapura, realitapapua.com – Sekretaris Sinode Kingmi Papua, Pendeta Yonas Wenda, menyerukan kepada seluruh masyarakat Papua untuk terus menjaga kedamaian dan menolak segala bentuk provokasi yang bisa memicu konflik.
Imbauan ini disampaikannya sebagai wujud keprihatinan atas potensi kerawanan di Tanah Papua. Dalam pernyataannya pada Kamis (19/9), Pendeta Yonas Wenda menekankan pentingnya menghormati sesama manusia.
“Sebagai orang asli Papua dan pendeta, saya sampaikan bahwa menghormati setiap manusia adalah kewajiban hati nurani kita,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa berdoa di rumah dan beribadah di gereja jauh lebih aman dan bermakna daripada turun ke jalan yang berisiko memancing konflik.
Pendeta Yonas juga berpesan kepada para aktivis HAM dan pihak-pihak yang peduli terhadap keadilan agar mengedepankan ketenangan dalam menyuarakan aspirasi.
Ia yakin bahwa suara para pendeta sudah banyak menyentuh hati masyarakat, sehingga peran mereka dalam menjaga harmoni sangatlah krusial.
“Jagalah Papua, supaya tidak terpecah oleh provokasi atau ajakan yang dapat memperburuk situasi kedamaian. Gunakan kata-kata yang menyembuhkan, bukan yang menimbulkan luka baru,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Pendeta Yonas Wenda menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya Papua yang damai. Ia menutup pesannya dengan doa, “Tuhan Yesus memberkati.”
( Redaksi)









