Jayapura, realitapapua.com – Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, menegaskan pentingnya peningkatan profesionalisme intelijen dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua dan Papua Tengah Pernyataan ini disampaikan saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Direktorat Intelkam Polda Papua Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, Selasa (03/06/2025)
Rakernis yang mengusung tema Peran Intelijen Keamanan Polri yang Presisi Siap Mendukung Terwujudnya Asta Cita di Wilayah Hukum Polda Papua dan Polda Papua Tengah turut dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Dirintelkam Polda Papua, Kombes Pol. Wawan Setyawan, dan Dirintelkam Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Supriyagung, ., serta para PJU Polda Papua dan jajaran Kasat Intelkam Polres di kedua wilayah.
Kapolda Papua menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh personel Intelkam, menekankan bahwa dedikasi mereka merupakan fondasi utama bagi kredibilitas Polri di mata masyarakat
Intelijen Berperan Vital Pasca-Pilkada 2024
Dalam sambutannya, Kapolda menyoroti kompleksitas tantangan keamanan di Papua termasuk dampak pasca-Pilkada 2024 yang masih menyisakan konflik sosial di beberapa daerah.
“Dalam konteks ini, peran Intelkam menjadi sangat vital. Fungsi intelijen tidak hanya mendeteksi secara dini (early detection), tetapi juga memberikan peringatan dini (early warning) dan melakukan pencegahan dini (early prevention) agar potensi gangguan tidak berkembang menjadi ancaman nyata,” tegasnya.
Kapolda Papua menginstruksikan lima hal utama yang harus dipedomani oleh seluruh jajaran Intelkam di antaranya:
– Menjaga dan meningkatkan profesionalisme intelijen, dengan menerapkan deteksi dini, peringatan dini, dan pencegahan dini secara nyata.
– Mendukung keberhasilan program strategis nasional dengan memetakan potensi ancaman sejak awal.
– Memastikan intelijen berkontribusi aktif dalam menciptakan stabilitas Kamtibmas di Papua dan Papua Tengah
– Melaksanakan langkah kontra-intelijen dan penggalangan strategis agar gangguan tidak berkembang menjadi konflik besar.
– Mengoptimalkan sinergi antarinstansi dalam memitigasi potensi ancaman terhadap keamanan nasional.
Irjen Pol. Patrige mengajak seluruh peserta Rakernis untuk menjadikan forum ini sebagai wahana konsolidasi, peningkatan kapasitas, serta penyamaan persepsi dalam menghadapi tantangan intelijen ke depan.
“Teruslah berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi Polri yang semakin presisi dan dicintai masyarakat,”pungkasnya.
Dengan fokus pada intelijen yang presisi dan berbasis data, Polda Papua berharap dapat meningkatkan efektivitas deteksi dini, sehingga stabilitas keamanan tetap terjaga di wilayah Papua dan Papua Tengah.( Redaksi)









