REALITAPAPUA.COM – Mappi, Papua Selatan – Sebanyak 46 profesor dan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama Staf Khusus Presiden periode 2019–2024, Billy Mambrasar, turun langsung ke wilayah pedalaman Kabupaten Mappi, Papua Selatan, untuk melatih sekitar 1.000 kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah.
Program bertajuk Pelatihan Penguatan Kapasitas dan Kompetensi Kepala Sekolah, Guru, dan Pengawas Sekolah Kabupaten Mappi Tahun 2026 ini berlangsung pada 6–10 Juli 2026. Kegiatan merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Mappi dan Universitas Negeri Jakarta sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan.
Pelatihan dilaksanakan secara terpusat maupun berbasis klaster di Distrik Kepi, Edera, Assue, dan Citak Mitak agar dapat menjangkau para tenaga pendidik hingga ke wilayah-wilayah terpencil.
Perjalanan menuju lokasi pelatihan tidak mudah. Para profesor dan dosen harus menempuh perjalanan darat dan sungai selama berjam-jam, melewati rawa hingga medan berlumpur. Tim yang bertugas di Distrik Citak Mitak membutuhkan waktu sekitar enam jam untuk mencapai lokasi, sementara tim di Distrik Assue harus menempuh perjalanan sekitar 220 kilometer melalui jalur yang hanya dapat dilalui pada musim tertentu.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan Universitas Negeri Jakarta, Wakil Rektor, Wakil Bupati Mappi, Ketua DPRK Kabupaten Mappi, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta 46 profesor dan dosen UNJ yang menjadi narasumber sekaligus fasilitator.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta memperoleh penguatan kompetensi di berbagai bidang, mulai dari kepemimpinan kepala sekolah, peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional guru, strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, implementasi kurikulum, asesmen pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan, penguatan budaya mutu sekolah, hingga penyusunan rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan di masing-masing satuan pendidikan.
Pelatihan dirancang secara partisipatif melalui diskusi, studi kasus, praktik, dan pendampingan agar materi yang diberikan dapat disesuaikan dengan tantangan pendidikan di wilayah Papua Selatan.

Billy Mambrasar menegaskan bahwa pembangunan Papua tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi harus dibarengi dengan investasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui penguatan kompetensi guru.
“Kalau kita ingin membangun Papua yang maju, maka kita harus mulai dari membangun kualitas gurunya. Guru adalah fondasi pembangunan sumber daya manusia. Ketika seribu guru memperoleh peningkatan kompetensi, maka sesungguhnya kita sedang membuka masa depan bagi puluhan ribu anak Papua yang akan mereka didik selama bertahun-tahun ke depan,” ujar Billy.
Menurut Billy, kehadiran puluhan profesor dan dosen UNJ di wilayah pedalaman Mappi menjadi bukti nyata bahwa pemerataan pendidikan dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
“Saya memberikan apresiasi kepada Universitas Negeri Jakarta yang tidak hanya berbicara tentang pemerataan pendidikan, tetapi membuktikannya dengan menghadirkan para profesor dan dosen langsung ke Kepi, Edera, Assue, dan Citak Mitak. Mereka menembus rawa, sungai, dan medan yang berat demi memastikan guru-guru di pedalaman memperoleh akses terhadap ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan terbaik. Inilah wajah nyata Indonesia yang membangun dari pinggiran,” katanya.
Billy menambahkan bahwa peningkatan kompetensi guru memiliki dampak jangka panjang yang besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Papua. Menurutnya, satu guru yang memperoleh peningkatan kapasitas akan mentransfer ilmu kepada ratusan peserta didik selama masa pengabdiannya.
Program ini juga dinilai relevan dengan kondisi pembangunan manusia di Papua Selatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Selatan masih berada di kisaran 61, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang telah melampaui angka 75. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu strategi utama untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia di wilayah selatan Papua.
Melalui pelatihan yang melibatkan sekitar 1.000 kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah di empat distrik, Pemerintah Kabupaten Mappi bersama Universitas Negeri Jakarta berharap tercipta ekosistem pendidikan yang lebih profesional, adaptif, dan berkualitas.
Program ini juga diharapkan menjadi model kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan peningkatan kompetensi tenaga pendidik hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal, sehingga kualitas pendidikan tidak lagi ditentukan oleh letak geografis suatu daerah.









