Puncak Jaya, realitapapua.com – Guna mencegah aksi saling serang yang berpotensi menimbulkan konflik baru antara dua kubu massa pendukung paslon 01 dan 02, Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare,memimpin langsung razia alat perang di Kota Mulia dan sekitarnya pada Minggu (09/03/2025). Operasi ini mengamankan ribuan senjata tradisional serta menandai langkah tegas TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Kegiatan razia melibatkan ratusan personel gabungan dari Polres Puncak Jaya, Kodim 1714/PJ, Brimob Polda Papua Tengah, serta Satgas Yonif Raider 715/MTL dan Yonif Raider 112/DJ. PJ Bupati Puncak Jaya, Yopi Murib, serta pejabat utama Polda Papua Tengah turut hadir mendukung pelaksanaan kegiatan ini. “Hari ini kami bersama-sama melanjutkan kegiatan razia alat perang. Beberapa panglima perang dari kedua kubu telah kami amankan, yaitu satu orang dari kubu 02 dan dua orang dari kubu 01,” jelas Brigjen Pol. Alfred Papare.
Razia yang berlangsung hingga sore hari ini berhasil mengamankan barang-barang berbahaya yang berpotensi menjadi alat konflik. Temuan aparat meliputi 3.700 anak panah, 250 busur panah, 275 tali busur, delapan ketapel, enam parang, dua kapak, dua senapan angin, serta delapan atribut pakaian perang. Barang bukti ini kini diamankan di Mapolres Puncak Jaya dan akan segera dimusnahkan.
Kapolda Papua Tengah menegaskan pentingnya langkah tegas dalam menghentikan konflik. “Perang ini hanya membawa kerugian besar, termasuk korban jiwa, kerusakan properti, bahkan pembakaran fasilitas umum seperti sekolah. Kami tidak akan lagi berkompromi untuk menyelesaikan konflik secara adat. Jika kedua paslon terbukti terlibat langsung, kami akan proses hukum,”tegas Brigjen Alfred Papare.
PJ Bupati Puncak Jaya, Yopi Murib, menegaskan dukungan penuh terhadap langkah TNI-Polri. “Tujuan kami jelas, ingin masyarakat di Kota Mulia hidup aman dan damai. Kegiatan razia ini sangat penting agar perang tidak lagi terjadi,” ujarnya.
Kapolda Papua Tengah juga menyerukan kepada tokoh adat, agama, dan masyarakat untuk bersama-sama memupuk kesadaran akan dampak buruk konflik. “Kami mengimbau agar tidak ada lagi yang membawa alat perang atau senjata tajam. TNI-Polri hadir untuk memastikan keamanan dan ketertiban terus terjaga,” tutupnya.
Operasi ini menjadi bukti nyata keseriusan aparat dalam menciptakan kedamaian di Kabupaten Puncak Jaya. Dengan komitmen bersama, diharapkan wilayah ini dapat kembali menjadi tempat yang aman bagi semua warganya.( Redaksi)









