Yahukimo,realitapapua.com – Polres Yahukimo bersama Satuan Brimob Polda Papua (BKO Polres Yahukimo) melaksanakan kegiatan Strong Point di berbagai titik keramaian pada Selasa (4/11/2025). Langkah ini merupakan upaya nyata kepolisian untuk memperkuat kehadiran di tengah masyarakat dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.
Kabag Ops Polres Yahukimo, AKP Yerianto Somalinggi, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan Strong Point ini adalah tindak lanjut dari hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) Polda Papua pada 23 Oktober 2025. Tujuan utamanya adalah menanggulangi potensi gangguan kamtibmas di Kabupaten Yahukimo serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat saat beraktivitas sehari-hari.
“Kegiatan ini kita laksanakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan aktivitas sehari-hari,” ujar AKP Yerianto.
Program Strong Point ini juga menjadi respons atas hasil anev Polda Papua terkait gangguan kamtibmas yang terjadi selama enam bulan terakhir di wilayah hukum Polres Yahukimo. Berdasarkan data anev, tercatat 21 kasus menonjol terjadi antara Maret hingga Oktober 2025. Insiden-insiden tersebut mengakibatkan 34 korban jiwa (dua aparat keamanan dan 32 warga sipil) serta 21 orang luka-luka. Sebagian besar kejadian diduga didalangi oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan simpatisannya.
Dengan kehadiran langsung aparat keamanan ini, Polres Yahukimo berharap dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian serta menekan angka gangguan kamtibmas.
Menanggapi beredarnya informasi tidak benar di media sosial, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengimbau masyarakat di Kabupaten Yahukimo dan Papua pada umumnya agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Secara khusus, Kombes Pol. Cahyo menegaskan agar masyarakat tidak mempercayai isu provokatif yang disebarkan akun Facebook “Efek Pengamat” dan dibagikan akun “KNPB Wilayah Yahukimo.” Unggahan tersebut menyebutkan bahwa Polres Yahukimo dan Kodim 1715 sedang memeriksa siswa-siswi SMKN 1 Dekai, SMAN 1 Dekai, dan SMPN 1 Dekai.
Menurut Kabid Humas Polda Papua, informasi tersebut adalah tidak benar (hoaks). Foto yang digunakan dalam unggahan provokatif itu sebenarnya merupakan dokumentasi kegiatan Strong Point yang dilakukan oleh Polres Yahukimo bersama Brimob Polda Papua untuk menjaga keamanan dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.
Kombes Pol. Cahyo Sukarnito juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membantu aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan menciptakan lingkungan yang kondusif di wilayah Yahukimo.( Redaksi)









