Puncak Jaya, realitapapuacom – Ada pemandangan berbeda di seluruh pos penugasan Satgas Yonif 136/Tuah Sakti pada momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sabtu (02/05/2026). Para prajurit TNI yang biasanya bersiaga menjaga kedaulatan, kini tampak akrab memegang buku dan alat tulis, menjadi sosok guru bagi anak-anak di wilayah pegunungan Papua Tengah.
Kegiatan pembinaan pendidikan ini digelar serentak di seluruh titik penugasan sebagai bentuk kepedulian nyata TNI terhadap masa depan generasi emas di daerah pelosok. Meski berlangsung sederhana dan tanpa seremonial berlebih, suasana belajar tetap terasa hangat dan penuh makna.
Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, para prajurit turun langsung memberikan materi dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Dengan penuh kesabaran, mereka membimbing satu per satu anak-anak yang antusias mengikuti setiap instruksi.
Tak sekadar belajar formal, momen kebersamaan ini juga diisi dengan berbagai permainan edukatif. Tawa riang pecah saat personel Satgas bermain bersama anak-anak, menciptakan ikatan emosional yang kuat antara rakyat dan TNI.
Sapaan hangat “Om Tentara” terus menggema, menandakan kenyamanan anak-anak terhadap kehadiran para prajurit.
“Pendidikan adalah kunci masa depan bangsa. Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai bagian dari proses mencerdaskan kehidupan anak-anak di sini,” ujar Dansatgas Yonif 136/Tuah Sakti, Letkol Inf Yudi Satria Prabowo, S.H., M.IP.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti juga membagikan bantuan berupa buku tulis dan alat tulis kepada anak-anak. Raut wajah bahagia terpancar jelas saat mereka menerima perlengkapan belajar baru tersebut, yang diharapkan menjadi pemantik semangat untuk terus mengejar cita-cita.
Menurut Letkol Inf Yudi Satria Prabowo, kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh pos sebagai wujud komitmen TNI dalam memperingati Hardiknas dengan aksi yang menyentuh langsung masyarakat.
“Melalui momentum ini, kami berharap dapat memberikan semangat dan harapan bagi mereka untuk terus belajar. Apa yang kami lakukan hari ini adalah langkah kecil untuk masa depan yang lebih besar bagi mereka,” tambahnya.
Peringatan Hardiknas di wilayah penugasan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun. Satgas Yonif 136/Tuah Sakti membuktikan bahwa pengabdian kepada bangsa memiliki banyak wajah—salah satunya adalah dengan menyalakan pelita ilmu di hati anak-anak Papua.
Dengan pendekatan yang humanis dan penuh kekeluargaan, kehadiran para prajurit tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan optimisme di tengah keterbatasan.
( Redaksi)









