Jayapura,realitapapua.com – Situasi di Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, dilaporkan sudah aman dan terkendali pasca-kerusuhan yang terjadi pada Selasa, 16 September 2025. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan aparat keamanan dan pemerintah setempat berhasil mengendalikan kondisi, terutama di ibu kota Yalimo, Kota Elelim.
“Situasi saat ini aman terkendali, sudah dapat dikendalikan oleh aparat keamanan beserta aparatur pemerintah yang ada di Kabupaten Yalimo,” ujar Kombes Pol Cahyo, Jumat (19/9/2025).
Polres Yalimo, yang didukung oleh Brimob, sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyisiran di beberapa titik untuk memastikan tidak ada lagi korban.
Korban Jiwa dan Luka
Kombes Pol Cahyo Sukarnito merinci jumlah korban akibat kerusuhan tersebut. Terdapat 9 korban luka dari aparat gabungan TNI dan Polri, serta 18 korban luka dari masyarakat sipil. Semua korban luka saat ini dirawat di tiga rumah sakit, yaitu RSUD Yalimo, RSUD Wamena, dan RS Bhayangkara di Jayapura.
“Menurut laporan dari Polres Yalimo, korban meninggal ada satu warga sipil dan satu korban hilang atas nama Daeng,” imbuhnya.
Kerugian Material dan Pengungsi
Kerusuhan ini juga menyebabkan kerugian material yang signifikan. Kombes Pol Cahyo menyebutkan puluhan bangunan, termasuk rumah, toko, dan kios, serta dua kantor distrik dan beberapa kantor dinas terbakar. Selain itu, enam asrama Polres dan satu asrama perwira Polres Yalimo juga ludes dilalap api.
” Satu unit mobil operasional rusak berat, satu pos TNI terbakar, serta puluhan kendaraan bermotor dan alat berat di area proyek nasional juga hangus terbakar.” Ungkapnya
Kombes Pol Cahyo mencatat sekitar 300 warga mengamankan diri di Polres Yalimo dan Polsek Elelim. Sementara itu, 500 pengungsi lainnya sudah terdata di Polres Jayawijaya setelah memasuki Kota Wamena dalam tiga gelombang. Puluhan pengungsi juga dilaporkan sudah tiba di Jayapura menggunakan 11 unit truk.
Polda Papua mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi kondusif. “Jangan terpengaruh oleh provokasi, berita bohong, dan ujaran kebencian yang disebar melalui media sosial oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.
( Redaksi)









