Asmat, realitapapua.com – Setelah tujuh hari melakukan pencarian intensif, Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika resmi menutup operasi SAR pencarian korban kecelakaan laut di Muara Kali Yamas, Distrik Sawaerma, Kabupaten Asmat, pada Kamis sore (23/01). Keputusan ini diambil setelah hasil pemantauan hari ke-6 dan ke-7 tidak menunjukkan tanda-tanda keberadaan korban.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat, Wigianto, menjelaskan bahwa penutupan operasi SAR ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 dan standar pelaksanaan operasi SAR. “Operasi SAR telah memasuki hari ke-7 tanpa tanda-tanda keberadaan korban. Oleh karena itu, operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Namun, jika di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR dapat dibuka kembali,”ujarnya.
Dengan berakhirnya operasi SAR di Muara Kali Yamas, seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Wigianto juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam operasi ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel dan masyarakat yang telah berperan serta dalam operasi SAR ini,”tutup Wigianto.
Penutupan ini bukanlah akhir dari harapan. Pihak berwenang tetap siaga dan siap membuka kembali operasi SAR jika muncul tanda-tanda keberadaan korban di kemudian hari.( Redaksi)









