Asmat, realitapapua.com – Insiden tenggelamnya seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Mina Nusantara, Khoirul (23), di perairan Asmat pada Sabtu (22/03/2025) pagi, Korban yang tengah berusaha melepaskan jaring ikan yang terlilit baling-baling kapal diduga tenggelam akibat kuatnya arus laut serta kondisi fisiknya yang tidak mendukung, karena saat melompat ke laut masih mengenakan celana jeans panjang.
Kejadian nahas ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIT di perairan Asmat. Menurut laporan pengelola kapal, Siti Aisyah, korban meloncat ke laut untuk memperbaiki jaring ikan. Namun, arus laut yang kencang dan pakaiannya yang tidak mendukung menyebabkan Khoirul tenggelam. Upaya pencarian oleh rekan-rekan korban dan nelayan setempat pun tidak membuahkan hasil hingga laporan diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika pada pukul 14.00 WIT.
Mendapat laporan, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna, segera menginstruksikan Koordinator Pos SAR Asmat, Wagianto, untuk mengerahkan tim SAR gabungan ke lokasi kejadian. Tim yang terdiri dari Rescuer Pos SAR Asmat, TNI AL, dan Pol Air Asmat diberangkatkan menggunakan RIB 85 PK guna melakukan pencarian intensif.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih berada di lokasi kejadian, berupaya keras menemukan korban. Dengan pengalaman dan dedikasi yang tinggi, tim berharap dapat segera membawa kabar baik kepada keluarga korban.
Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di laut, terutama bagi para nelayan yang kerap menghadapi tantangan alam yang tidak terduga. Aparat dan masyarakat setempat berharap pencarian Khoirul dapat segera memberikan hasil positif. “Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban,” ungkap I Wayan Suyatna.
Dengan kerja sama lintas instansi, pencarian ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam menghadapi situasi darurat. Tim SAR gabungan tidak hanya bertugas membawa harapan bagi keluarga korban, tetapi juga memperlihatkan dedikasi dalam melindungi masyarakat dari bahaya.
( Redaksi)









