Jayapura,realitapapua.com – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menggelar acara syukuran dalam rangka memperingati Hari Jadi Intelijen Polri ke-80 tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula Rupatama Mapolda Papua Lama, Senin (05/01/2026).
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., didampingi Wakapolda Papua Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., serta Danpasbrimob III Korbrimob Polri Brigjen Pol. John H.S. Sitanggang, S.I.K., M.Han. Hadir pula jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Papua, purnawirawan Intelijen, serta personel
Direktorat Intelkam Polda Papua.
Direktur Intelkam Polda Papua, Kombes Pol. Jan Wynand Imanuel Makatita, S.I.K., dalam sambutannya mengingatkan kembali sejarah panjang Intelijen Polri yang lahir pada 2 Januari 1946 atas perintah Kapolri pertama, R.S. Soekanto.
Kombes Jan menekankan pentingnya meneladani sosok R.M. Oemar Gatab, yang dikenal sebagai Bapak Intelijen Kepolisian Indonesia.
“Beliau adalah teladan yang bekerja dalam keheningan dengan integritas dan loyalitas tanpa batas. Nilai-nilai inilah yang harus diwarisi personel Intelkam Polda Papua: bekerja profesional, menjaga moralitas, dan tetap humanis dengan menghormati kearifan lokal di tanah Papua,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari perwakilan Purnawirawan Community Intelijen Polri, AKBP (Purn). Yan P. Reba. Ia menilai Intelijen Polri saat ini telah berhasil menjaga stabilitas keamanan di tengah dinamika isu global yang kompleks. Namun, ia mengingatkan agar generasi muda Intelijen terus beradaptasi.
“Di era digital ini, personel Intelijen harus lebih peka, adaptif, serta mampu mengambil keputusan yang cepat, akurat, dan terukur,” cetus Yan reba.
Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, menegaskan bahwa peran Intelijen sangat strategis sebagai “mata dan telinga” pimpinan dalam menjamin keberlangsungan roda pemerintahan dan stabilitas nasional.
Memasuki usia ke-80, Kapolda
mengingatkan bahwa ancaman saat ini telah bertransformasi.
“Tantangan ke depan semakin berat. Ancaman tidak lagi sekadar fisik, tetapi juga berupa perang ideologi, disinformasi (hoaks), provokasi di ruang siber, radikalisme, hingga potensi konflik sosial yang dapat memecah belah bangsa,” tegas Irjen Patrige.
Ia juga memberikan instruksi kepada seluruh anggotanya untuk menjaga kepercayaan publik.
“Jaga kerahasiaan informasi dan loyalitas mutlak kepada negara. Jangan sekali-kali menyalahgunakan kewenangan, karena modal utama tugas intelijen adalah kepercayaan (trust),” tambahnya.
Melalui momentum syukuran ini, diharapkan seluruh insan Intelijen Polri di wilayah hukum Polda Papua semakin solid dan bersinergi dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif bagi masyarakat. ( Redaksi)









