Mengenal Oemar Gatab: Sang Maestro di Balik Layar dan Sejarah Panjang Intelkam Polri

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,realitapapua.com – Di balik kokohnya keamanan negara, terdapat sosok-sosok yang bekerja dalam senyap. Salah satu nama paling berpengaruh namun jarang tersorot kamera adalah Raden Mas Muhammad Oemar Gatab. Ia bukan sekadar perwira, melainkan tokoh yang dikenal sebagai Bapak Intelijen Kepolisian Indonesia.

Perjalanan karier Oemar Gatab adalah cermin dari fluktuasi sejarah bangsa. Menjelang peringatan hari jadi Intelijen Keamanan (Intelkam) Polri, kisah keteladanan dan dedikasinya kembali menjadi inspirasi bagi korps Bhayangkara.

Sejarah intelijen Indonesia sering kali bersinggungan dengan kompleksitas politik. Meski sempat muncul arsip yang menyebut keterkaitannya dengan era kolonial, sejarah membuktikan bahwa Oemar Gatab adalah polisi sejati.

Ia memegang teguh sumpah pengabdian: menjaga ketertiban masyarakat, siapa pun pemerintah yang berkuasa.

Pada tahun 1948, saat ibu kota pindah ke Yogyakarta, Oemar menjabat sebagai Kepala Bagian Pengawasan Aliran Masyarakat (PAM).

Lembaga ini merupakan antitesis dari Politieke Inlichtingen Dienst (PID) milik Belanda yang represif. PAM hadir dengan pendekatan humanis, mencegah konflik internal, dan menggalang kerja sama dengan rakyat.

Baca Juga :  Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Gelar Pengobatan Keliling di Kampung Pageleme Puncak Jaya

Ketajaman insting Oemar Gatab teruji saat ia mencium bara ketegangan antara kelompok sayap kiri dan kanan jauh sebelum pecahnya Peristiwa Madiun 1948. Ia juga aktor penting dalam meredam gerakan separatis seperti APRA pimpinan Westerling demi keutuhan NKRI yang masih seumur jagung.

Transformasi intelijen kepolisian terus berlanjut di bawah kepemimpinan Oemar Gatab 1951: PAM berubah menjadi Dinas Pengawasan Keselamatan Negara (DPKN).

1958: Oemar terpilih menjadi anggota penting Badan Koordinasi Intelijen (BKI) mewakili unsur Kepolisian.

Era ABRI – 2002: Institusi ini berevolusi dari Korps Polisi Security, Korps Intelijen, hingga menjadi Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri yang kita kenal hari ini.

Di balik ketegasan intelijen, Oemar Gatab memiliki sisi humoris dan kreatif. Sebuah kisah ikonik terjadi saat ia ditugaskan mencari model untuk patung Gajah Mada di depan Mabes Polri.

Karena ketiadaan referensi visual asli sang Mahapatih, Oemar diam-diam menggunakan foto Muhammad Jasin (Komandan Brimob saat itu) sebagai acuan pematung.

Baca Juga :  Paulus Waterpauw : Kami Sangat Terimakasih Ke Presiden Soal Kebijakan Membuka Ruang Investasi di Tanah Papua

Hingga kini, wajah patung Gajah Mada di Mabes Polri sejatinya adalah rupa dari Muhammad Jasin—sebuah rahasia yang baru ia ungkapkan kepada Jasin setelah peresmian pada 1 Juli 1959.

Oemar Gatab tutup usia pada 20 Maret 1968 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Ketegasan dan kedisiplinannya menurun kepada putra tunggalnya, Indrodjojo Kusumonegoro atau yang akrab disapa Indro Warkop.

“Bapak gua pendiri intel di Indonesia, Dinas Pengawasan Keselamatan Negara yang akhirnya dipegang Angkatan Darat jadi BIN,” kenang Indro dalam sebuah wawancara.

Penetapan Hari Intelijen tak lepas dari peristiwa 2 Januari 1946, saat operasi intelijen berhasil mengawal kepindahan Presiden dan Wakil Presiden dari Jakarta ke Yogyakarta dengan selamat.

Kini, memasuki usia ke-80, semangat Oemar Gatab tetap hidup dalam semboyan “Indra Waspada, Negara Raharja”. Intelkam terus berdiri sebagai mata dan telinga negara, menjaga stabilitas dalam sunyi.

Selamat Hari Jadi Intelkam Polri ke-80.
Satya Haprabu. Jaya selalu Kepolisian Republik Indonesia. ( Redaksi)

Berita Terkait

Sentuhan Humanis Satgas Ops Damai Cartenz: Bagi Seragam hingga Edukasi Literasi Digital di Sarmi
Soal Lakalantas Kevin Febrian, Kodam XVII/Cenderawasih Buka Suara dan Bantah Tutup-Tutupi Kasus
Hadir untuk Warga Puncak Jaya, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Padukan Patroli dan Pelayanan Kesehatan Gratis
Polresta Jayapura Kota Siagakan 1.000 Personel Antisipasi Aksi KNPB, Warga Diimbau Tetap Beraktivitas
Tokoh Adat Papua Max Abner Ohee Sebut PSN Peluang Emas Kesejahteraan Papua, Minta Warga Sikapi Bijak Isu Demo
Sidang Putusan Praperadilan Ditolak, Polres Keerom Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Profesional.
Tanamkan Cinta Tanah Air, Satgas Yonif 136/TS Beri Materi Wawasan Kebangsaan di SD Negeri Kalome
Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk
Berita ini 185 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:06 WIB

Sentuhan Humanis Satgas Ops Damai Cartenz: Bagi Seragam hingga Edukasi Literasi Digital di Sarmi

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:01 WIB

Soal Lakalantas Kevin Febrian, Kodam XVII/Cenderawasih Buka Suara dan Bantah Tutup-Tutupi Kasus

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:42 WIB

Hadir untuk Warga Puncak Jaya, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Padukan Patroli dan Pelayanan Kesehatan Gratis

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:53 WIB

Polresta Jayapura Kota Siagakan 1.000 Personel Antisipasi Aksi KNPB, Warga Diimbau Tetap Beraktivitas

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:45 WIB

Sidang Putusan Praperadilan Ditolak, Polres Keerom Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Profesional.

Berita Terbaru