Jayapura,realitapapua.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Perum Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat, serta Satgas Pangan Polda Papua, intensif melakukan pengawasan dan pemantauan distribusi minyak goreng bersubsidi Minyakita di pasar tradisional Hamadi, Kota Jayapura, pada Selasa (24/6).
Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan aman dan mencegah kenaikan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp15.700 per liter.
Direktur Tertib Niaga Kemendag, Mario Josko, menyatakan bahwa pasokan Minyakita aman dan tercukupi. “Salah satu langkah yang kami lakukan bagaimana pasokan Minyakita bisa merata, selain swasta dari distributor, kami juga menggandeng BUMN,” ujar Mario.
Ia menambahkan bahwa Bulog Papua telah menyiapkan 1.900 karton Minyakita untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Mario Josko juga mengimbau para pedagang untuk menjual Minyakita sesuai HET dan membatasi pembelian. “Tadi kita sudah lihat di beberapa pedagang stok sudah tersedia. Saya juga menghimbau para pedagang menjual sesuai HET dan juga tolong pembelian diatur dan dibatasi,” tegasnya.
Senada dengan Mario Josko, Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Papua dan Papua Barat, Ahmad Mustari, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal pendistribusian Minyakita. “Marilah kita kawal bersama. Ini ada hadir Minyakita untuk masyarakat yang membutuhkan supaya masyarakat bisa menikmati, kita bisa distribusikan dengan baik. Tentunya kita kawal bersama semoga apa yang menjadi tujuan harapan dari bapak ibu dari pusat sehingga program ini bisa berjalan,” kata Ahmad Mustari.
Kemendag juga menghimbau para pedagang untuk membeli Minyakita langsung dari Perum Bulog. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga Minyakita di pasaran, terutama di daerah-daerah yang mengalami lonjakan harga. Pedagang diminta untuk tidak menaikkan harga jual Minyakita di atas HET yang telah ditetapkan pemerintah.
( Redaksi)









