Jayapura, realitapapua.com – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Pusat secara resmi melantik Pengurus Orwil Papua, Orda Kabupaten Keerom dan Orda Kabupaten Jayapura periode 2025–2030. Upacara pelantikan berlangsung di Gedung LPTQ, Kotaraja, Jayapura, Papua, dan dibuka oleh Asisten II Setda Papua, M.B. Setyo Wahyudi, mewakili Gubernur Papua.
Dalam sambutannya, M.B. Setyo Wahyudi menekankan bahwa kepengurusan baru ICMI diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi pembangunan di Papua, terutama di sektor ekonomi. Ia berharap ICMI dapat mendorong pertumbuhan pengusaha Muslim, termasuk Orang Asli Papua (OAP), agar selaras dengan visi Gubernur Papua, yaitu “Papua Cerdas, Sehat, dan Produktif”.
“Ini tergolong produktif. Kita bisa memanfaatkan seluruh potensi yang kita miliki. Kita harapkan peran ICMI ke depan dalam rangka membangun Papua hari ini,” ujar Setyo Wahyudi.
Sementara itu, Ketua Umum ICMI Pusat, Prof. Arif Satria, meminta pengurus ICMI di Papua untuk mengembangkan program yang menjadi inspirasi dan mendukung kemajuan pembangunan daerah. Ia secara khusus menyoroti pentingnya ketahanan pangan sesuai dengan prioritas pemerintah pusat.
“Program yang dikembangkan harus menjadi inspirasi bagi masyarakat Papua. Hal ini harus dikedepankan oleh ICMI agar kehadirannya bisa menjadi jembatan antara inovasi yang dihasilkan oleh lembaga riset perguruan tinggi dengan masyarakat yang akan bergerak di bidang pertanian,” tegas Prof. Arif.
Prof. Arif Satria juga berharap ICMI menjadi sumber energi baru bagi kemajuan masyarakat Papua dengan ide, gagasan, dan pemikiran, serta memiliki beberapa prototipe program ketahanan pangan.
Menyikapi arahan tersebut, Ketua ICMI Orwil Papua, Joko Dasri, menyatakan bahwa program kerja ICMI ke depan akan berfokus pada kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Ia menyebutkan potensi besar di Papua, mengingat posisinya yang berhadapan langsung dengan negara-negara Pasifik.
“Potensi ekonomi, baik itu pendidikan yang bisa kita lakukan di dunia pendidikan ke depan dan potensi bisnis atau potensi daripada pendidikan ini bisa dilakukan bersama,” tutup Joko Dasri. ( Redaksi)









