Jayapura,realitapapua.com – Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura merilis laporan tahunan “Ensiklopedia Gempa Bumi 2025”. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 5.141 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Pulau Papua, mulai dari Sorong di ujung barat hingga Kota Jayapura di ujung timur.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura, Ir. Herlambang Hudha, S.Si, M.Si, menjelaskan bahwa tingginya frekuensi aktivitas seismik ini menegaskan bahwa Papua merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan gempa yang sangat tinggi.
Statistik Gempa Berdasarkan Magnitudo dan Kedalaman
Data menunjukkan bahwa mayoritas gempa yang terjadi didominasi oleh gempa berkekuatan rendah, namun aktivitas di kedalaman dangkal tetap menjadi perhatian utama:
Berdasarkan Magnitudo (M):
M < 3: 3.799 kejadian
3 ≤ M < 5: 1.341 kejadian
M ≥ 5: 18 kejadian
Berdasarkan Kedalaman (D):
- Dangkal (D < 60 km): 4.856 kejadian
Menengah (60 ≤ D ≤ 300 km): 284 kejadian Dalam (D > 300 km): 1 kejadian
Gempa Terasa dan Kejadian Merusak di Sarmi
Dari ribuan gempa tersebut, terdapat 125 kejadian gempa yang dirasakan oleh masyarakat. Secara rincian, gempa terasa terdiri dari 12 kejadian dengan M<3, 102 kejadian dengan 3≤M<5, dan 11 kejadian dengan M≥5.
Tahun 2025 juga diwarnai oleh dua peristiwa gempa bumi merusak yang berpusat di wilayah Kabupaten Sarmi 12 Agustus 2025: Gempa M 6.4 dengan kedalaman 27 km di Tenggara Sarmi 16 Oktober 2025: Gempa M 6.6 yang kembali mengguncang Sarmi.
Kedua bencana ini menyebabkan kerusakan infrastruktur dan bangunan di beberapa titik di Kabupaten Sarmi, yang menjadi catatan penting bagi evaluasi ketahanan struktur bangunan di daerah tersebut.
Imbauan dan Kewaspadaan Masyarakat
Menyikapi data tersebut, Ir. Herlambang Hudha menekankan pentingnya kesiapsiagaan berkelanjutan. Mengingat Kota Jayapura dan sekitarnya memiliki seismisitas yang sangat tinggi, masyarakat diminta tidak lengah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap kondisi lingkungan masing-masing. Pahami potensi bahaya bukan hanya dari guncangan gempa, tetapi juga kejadian ikutannya seperti tsunami, tanah longsor, likuifaksi, hingga kegagalan struktur bangunan,” tegas Herlambang.
Stasiun Geofisika Jayapura berkomitmen untuk terus memberikan informasi cepat dan akurat demi keselamatan warga di seluruh tanah Papua. ( Redaksi)









