Jayapura,realitapapua.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua menutup tahun 2025 dengan catatan prestasi gemilang dalam strategi War on Drugs for Humanity. Di bawah kepemimpinan Brigjen Pol. Anang Triwidiandoko, S.I.K., BNNP Papua berhasil mengintegrasikan penindakan hukum yang tegas dengan pendekatan kemanusiaan yang inklusif.
“Dinamika ancaman narkotika kian kompleks dengan munculnya varian baru (NPS) dan jaringan yang terorganisir. Kami dituntut untuk agile dan adaptif melalui inovasi teknologi serta sinergi lintas sektor,” ujar Brigjen Pol. Anang dalam konferensi pers akhir tahun di Jayapura, Rabu (31/12/2025).
Penindakan Tegas: Bongkar Jaringan Palu hingga Ganja Ribuan Gram
Sepanjang tahun 2025, Bidang Pemberantasan BNNP Papua menunjukkan taringnya dengan mengungkap 14 kasus tindak pidana narkotika. Salah satu capaian menonjol adalah pembongkaran sindikat jaringan narkoba asal Palu.
Dari serangkaian operasi tersebut, petugas mengamankan 20 tersangka dengan total barang bukti yang fantastis: Sabu: 146,25 gram Ganja: 9.332,59 gram Biji Ganja: 5.309 butir
Tak hanya itu, kolaborasi perdana antara BNN, Polri, dan TNI berhasil melaksanakan Operasi Bersama Pemulihan Kampung Narkoba. Fokus utama tertuju pada Kampung Argapura (Vietnam) di Jayapura. Operasi ini bertujuan mengubah basis operasional sindikat menjadi wilayah yang sehat melalui pemulihan sosial dan penegakan hukum yang simultan.
Pencegahan: Gerakan “ANANDA BERSINAR”
Di sisi pencegahan, BNNP Papua meluncurkan gerakan nasional ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak). Program ini menempatkan anak sebagai subjek perlindungan utama untuk memutus rantai penyalahgunaan sejak dini.
Hingga akhir 2025, tiga wilayah telah ditetapkan sebagai “Desa Bersinar” (Bersih Narkoba) Kelurahan Argapura (Kota Jayapura) Kelurahan Wanagon (Kabupaten Mimika) Kampung Waiya (Kabupaten Jayapura)
Program ini diperkuat dengan tes urine terhadap 5.759 orang, di mana ditemukan 55 orang terkonfirmasi positif dan diarahkan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Rehabilitasi: Kualitas Hidup Klien Lampaui Target
BNNP Papua membuktikan bahwa War on Drugs bukan sekadar penangkapan, tapi juga penyembuhan. Layanan rehabilitasi rawat jalan mencapai 96 klien, jauh melampaui target awal sebanyak 64 klien.
Berdasarkan instrumen WHOQoL (World Health Organization Quality of Life), skor kualitas hidup klien pascarehabilitasi di Papua menunjukkan angka yang sangat memuaskan, dengan BNNP Papua meraih skor tertinggi sebesar 99,63.
Sinergi dan Layanan Publik
Guna mempermudah akses masyarakat, BNNP Papua telah menjalin 8 kerja sama strategis dengan instansi pemerintah dan BUMN sepanjang tahun ini. Masyarakat juga diimbau untuk aktif melaporkan atau berkonsultasi melalui: Call Center BNNP Papua: 0811-4898-000
“Perang melawan narkoba adalah tanggung jawab kolektif. Dengan semangat kemanusiaan, kita wujudkan Papua dan Indonesia yang bersih, sehat, dan produktif,” pungkas Brigjen Pol. Anang. ( Redaksi)









