Puncak Jaya ,realitapapua.com – Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti terus menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat di wilayah penugasan. Melalui Pos Kalome, para prajurit menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan menyambangi salah satu warga Kampung Agape, Distrik Kalome, yakni Ibu Yaninde Wonda, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan yang dipimpin oleh Sertu Riki Wijaya bersama jajaran personel Pos Kalome ini merupakan bagian dari program pembinaan teritorial (Binter). Fokus utamanya adalah mempererat tali silaturahmi, mendengarkan aspirasi, serta menjaga kebersamaan dengan warga lokal.
Sertu Riki Wijaya mengungkapkan bahwa komsos bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud kepedulian dan tanggung jawab moral TNI di daerah penugasan.
“Melalui Komsos ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendengar kondisi mereka secara dekat sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan. Harapan kami, kehadiran Satgas betul-betul membawa manfaat dan makin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Sertu Riki.
Kedatangan para prajurit TNI ini disambut hangat oleh Ibu Yaninde Wonda. Ia mengaku tersentuh dan bersyukur atas kepedulian yang konsisten ditunjukkan oleh personel Satgas Pos Kalome.
Bagi warga setempat, kehadiran TNI yang selalu siap membantu di berbagai situasi memberikan rasa aman dan nyaman.
Secara terpisah, Danpos Kalome Lettu Inf Jeril Wiputra Marsi menegaskan bahwa seluruh personelnya akan terus berupaya menjaga kedekatan emosional dengan warga sekitar.
“Kehadiran Pos Kalome tidak hanya bertugas menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga hadir sebagai sahabat dan penyelesai masalah (solusi) bagi masyarakat. Selama masa penugasan, kami akan selalu ada untuk rakyat, karena kemanunggalan TNI dan rakyat adalah benteng utama keutuhan NKRI,” tegas Danpos.
Lewat aksi nyata yang konsisten dan penuh kepedulian ini, Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti membuktikan pengabdian tulus mereka dalam menghadirkan dampak positif bagi masyarakat di pelosok Puncak Jaya, Papua Tengah. ( Redaksi)









