Puncak Jaya, realitapapua.com– Kepedulian tanpa batas kembali ditunjukkan oleh prajurit TNI di wilayah penugasan. Personel Pos Ilu Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 136/Tuah Sakti menggelar aksi kemanusiaan berupa anjangsana door to door ke rumah-rumah warga di Kampung Dolinggame, Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Senin (25/05/2026).
Aksi humanis ini dilakukan bukan sekadar untuk menyapa, melainkan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memastikan kondisi kesehatan masyarakat di balik dinginnya Lembah Ilu.
Jemput Bola Pelayanan Kesehatan
Kegiatan dipimpin langsung oleh Wadantim 1 Sertu Ramli, didampingi tim pengamanan di bawah pimpinan Serda A. Panjaitan. Dengan berjalan kaki menyusuri perkampungan, para prajurit mendatangi satu per satu honai dan rumah warga.
Tidak sekadar berkunjung, kehadiran Satgas Yonif 136 ini juga membawa tim medis untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis dan menyalurkan obat-obatan bagi warga yang mengeluhkan sakit.
“Kegiatan ini bukan hanya bentuk pelayanan fisik atau pengobatan gratis. Lebih dari itu, kami ingin menghadirkan rasa aman, kenyamanan, serta mempererat kebersamaan yang tulus antara prajurit dan masyarakat di sini,” ujar Sertu Ramli di sela-sela kegiatan.
Secara terpisah, Wadansatgas Yonif 136/Tuah Sakti, Kapten Inf Erwin Nugraha, S.Tr.Han., M.I.P., menegaskan bahwa komitmen menjaga kedaulatan NKRI harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat di wilayah penugasan.
“Satgas akan terus konsisten hadir di tengah-tengah masyarakat. Melalui kegiatan kemanusiaan seperti ini, kami berharap dapat memberikan solusi nyata bagi kesulitan warga. Inilah wujud konkrit dari kemanunggalan TNI dan rakyat,” tegas Kapten Inf Erwin.
Kehadiran para prajurit TNI berseragam loreng ini disambut dengan senyum hangat dan suka cita oleh warga Kampung Dolinggame. Salah seorang warga, Mama Weda (31), mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya atas perhatian yang diberikan oleh personel Satgas.
“Kami sangat senang bapak-bapak TNI mau datang langsung lihat keadaan kami di rumah. Kehadiran mereka membuat kami merasa diperhatikan dan tidak sendiri di sini,” ungkap Mama Weda dengan senyum lebar.
Di balik dingin dan sejuknya bentang alam pegunungan Papua Tengah, kehadiran Prajurit Tuah Sakti membuktikan bahwa tugas menjaga tapal batas negara tidak melulu soal angkat senjata, melainkan juga tentang menumbuhkan harapan, membagikan kehangatan, dan merajut persaudaraan. ( Redaksi)









