Jayapura,realitapapua.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Jayapura kini gencar mengajak masyarakat, khususnya calon penumpang, untuk memanfaatkan berbagai kemudahan digital dalam pembelian tiket hingga proses check-in. Langkah ini diambil untuk mengurai antrean panjang di loket dan memastikan proses keberangkatan berjalan lebih efisien.
Kepala Bagian Keuangan PELNI Cabang Jayapura, Ahmad Rizal Fahmi, menyatakan bahwa saat ini penjualan tiket tidak hanya terbatas pada loket kantor.
“Penjualan tiket PELNI, selain secara offline atau langsung dari loket kami, sudah bekerja sama dengan beberapa channel penjualan atau merchant,” ujar Ahmad Rizal Fahmi.
Fahmi menyebutkan, kemudahan pembelian tiket kini bisa diakses melalui berbagai platform digital, termasuk mobile banking seperti BCA Livin, Mandiri, dan Brimo, serta melalui layanan dompet digital Telkomsel dan OVO.
Edukasi dan Self Check-in ala Penerbangan
Dalam kesempatan tersebut, Fahmi secara khusus meminta bantuan kepada rekan-rekan media untuk turut memberikan edukasi kepada calon penumpang mengenai kemudahan-kemudahan yang telah disediakan oleh PELNI.
Salah satu inovasi penting yang ditekankan adalah penerapan proses self check-in, mirip dengan yang dilakukan di maskapai penerbangan.
“Sekarang proses check-in itu tidak harus antre di kapal, cetak dulu tiketnya, baru boarding. Sekarang bisa self check-in seperti di materi penerbangan,” jelasnya.
Dengan sistem ini, calon penumpang dapat melakukan check-in mandiri melalui aplikasi mobile sebelum tiba di pelabuhan. Mereka hanya perlu menunjukkan barcode hasil self check-in kepada petugas Boarding Control System (BCS).
“Jadi, tidak usah perlu antri tiket cetak lagi, stempel sana-sini. Ini strategi digitalisasi juga,” tambahnya.
Mengingat tingginya minat masyarakat pada era digital saat ini, Fahmi juga mengimbau calon penumpang untuk segera membeli dan memesan tiket jauh-jauh hari.
“Sekarang sudah memasuki era digital. Beli tiket pun sekarang pada rebutan. Mohon untuk pembelian tiket dilakukan jauh-jauh hari ketika jadwal sudah tersedia,” tegasnya.
Penjualan tiket PELNI dibuka secara nasional, menganut prinsip siapa cepat, dia dapat.
“Sekali lagi, mohon digunakan secara maksimal aplikasi dan channel penjualan pembayaran tiket, terutama di wilayah timur, agar tidak terjadi penumpukan di pelabuhan,” tutupnya, seraya berharap hal ini dapat meningkatkan kenyamanan bagi penumpang yang naik maupun turun.
( Redaksi )









